oleh

Berkas Keanggotaan Tak Lengkap 100%, Dokumen Tidak Dinyatakan Lengkap

Anggota KPU, Mochammad Afifuddin didampingi Plt. Kepala Biro Advokasi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Nur Syarifah hadir dalam Sidang Pembuktian terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu 2024 untuk Partai Pelita, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/08/2022).


Sidang dipimpin Ketua Majelis, Puadi dan Anggota Majelis, Totok Hariyono mengesahkan alat bukti pihak Pelapor dan Terlapor serta mendengarkan keterangan tiga saksi dari pihak Pelapor.


Pada kesempatan ini, Afif menyampaikan berkas pendaftaran Partai Pelita sebagai pihak Pelapor yang diberikan tidak lengkap, yakni terkait keanggotaan belum lengkap 100%.

“Karena berkas tidak lengkap itu, maka tidak bisa, misalnya soal keanggotaan yang diakui memang belum lengkap 100 persen, 67 persen, begitu salah satu unsur dari¬† yang dibutuhkan itu tidak lengkap, maka dokumen tidak bisa dinyatakan lengkap,” ujar Afif menjawab pertanyaan Anggota Majelis terkait tidak dilayaninya pihak Pelapor saat mendaftar ulang di hari ke-14 atau hari terakhir, 14/08/2022.¬†

Afif menyampaikan bahwa KPU memberikan kesempatan bagi partai politik yang belum lengkap menginput data ke Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) untuk membawa dokumen secara manual. “Partai yang belum lengkap di pendaftaran awal atau belum mendaftar itu kemudian bisa datang dan membawa berkas,” kata Afif. 

KPU, lanjut Afif, menyediakan tim pemeriksa dokumen fisik yang mana mekanisme pemeriksaannya dilakukan bersama antara narahubung (liaison officer) partai dengan tim untuk verifikasi manual sebagai konsekuensi menerima proses pendaftaran partai politik tanpa SIPOL.

Afif menjelaskan bahwa ketika mendaftar secara manual dan dilakukan Pelapor saat hari terakhir, maka harus membawa berkas-berkas termasuk yang telah diinput ke dalam SIPOL, termasuk kepengurusan dan kekurangan keanggotaan. KPU memberikan pelayanan untuk migrasi data ini ke SIPOL, tetapi kata Afif, kegagalan migrasi data pelapor itu terjadi karena masih kekurangan keanggotaan sekitar 67%. 

“Artinya masih sekitar separuh lagi belum terlengkapi sehingga tidak bisa kemudian masuk karena data yang dibawa Partai Pelita dokumen yang sifatnya softcopy (flashdisk) sementara partai yang lain itu kertas, permintaan migrasi (data) itu gagal dalam penjelasan tim kami karena belum 100%,” ungkap Afif.

Ketua Majelis mengagendakan sidang lanjutan pada Rabu, 31/08/2022 pukul 13.00 WIB.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed