oleh

Memang kadang…

Oleh : Nanik Yuliyanti

Memang kadang…

Kadang,, aku merasa tak bahagia.

Kadang,, aku terlalu sering melihat rumput tetangga.

Kadang,, aku ingin berhenti. Karena kalau ternyata salah jalan, apa gunanya aku berlari?

Kadang,, orang lain mungkin menganggap mimpi-mimpiku terlalu tinggi.

Kadang, aku terlihat sombong, keras kepala, dan tidak peduli.

Kadang,, aku ingin berontak dan keluar dari aturan, melakukan apa yang kuingini tanpa memikirkan tanggung jawab dan konsekuensi.


Memang, kadang, aku sering merasa tak bahagia. Karena aku hanyalah makhluk Tuhan yang sedang belajar bersyukur dan ridho akan segala nikmat dan takdir-Nya.

Memang, kadang, aku merasa rumputku tidak sehijau milik tetangga. Benar, rumputku memang terlihat tidak hijau karena ada banyak bunga yang tumbuh diantaranya. Yang menjadikan rumputku justru lebih berwarna.

Memang, kadang, aku lelah dan ingin berhenti. Tapi alhamdulillah, keinginan itu tak pernah sepenuhnya kuikuti. Aku hanya memilih untuk berjalan lebih pelan, melihat dan menikmati keindahan alam semesta ini.

Memang, kadang, mimpiku seakan terlalu tinggi. Tapi apa salahnya bermimpi setinggi bintang? Kalaupun mimpiku terlalu jauh dan aku tak sampai ke tujuan, setidaknya aku bisa mendarat di atas bukit atau bahkan pelangi.

Memang, kadang, aku terlihat sombong, keras kepala, dan tidak peduli. Padahal, saat itu aku sedang berjuang melawan ketidakpercayaan diri dan ego yang selalu ingin menang sendiri. Dan, jauh di dalam hati, aku sangat mengerti dan peduli, hanya saja, aku kurang pandai mengekspresikan diri.

Memang, kadang, aku ingin berontak tanpa memikirkan tanggung jawab dan konsekuensi. Tapi, jika kau memang manusia dan hamba-Nya, mungkinkah bagimu untuk benar-benar berbuat seenaknya tanpa tanggung jawab dan pengharapan akan ridho-Nya? Terlebih, ketika waktu mati tak pernah diketahui. Bisa saja saat ini. Sudah siap dan pantaskah kau bertemu Sang Ilahi?

“Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Luqman: 34).

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed